Apakah puisi bisa menjadi bentuk perlawanan yang penuh damai? Bagaimana perempuan menemukan otoritas atas tubuh dan sukmanya di tengah hiruk pikuk pasar dan budaya patriarki? Di episode spesial Podcast Rumah Komunitas kali ini, kami duduk bersama Annisa Resmana Akhmad atau akrab dipanggil Ica, penulis buku puisi yang unik berjudul "Telinga yang Tidak Dijual di Pasar Saham". Dalam obrolan yang mendalam ini, Ica mengurai makna di balik karyanya. Ia menegaskan bahwa perempuan bukanlah komoditas yang bisa diperdagangkan, bukan pula objek dari pasar maupun sistem patriarki. Baginya, perempuan adalah sebuah "perjalanan"—sebuah entitas yang memiliki kemampuan untuk memuliakan dunia saat dunia justru terlalu sibuk dengan standarisasi fisik, warna kulit, dan diskriminasi. Melalui buku puisinya, Ica ingin mengirimkan pesan kuat bagi siapa saja—baik perempuan maupun laki-laki—yang merasa tertindas oleh lingkungan sosialnya. Ini adalah ajakan untuk membuktikan eksistensi diri dengan kemampuan dan cara kita masing-masing, tanpa harus tunduk pada definisi sukses orang lain. Tonton obrolan penuh inspirasi ini dan temukan kembali keberanian untuk menjadi diri sendiri. Jangan lupa Like, Comment, dan Subscribe! #WanitaHebat #SastraIndonesia #BukuPuisi #InspirasiHariIni #RumahKomunitas