PELOPOR MERCHANDISE INOVATIF DI INDONESIA PELOPOR MERCHANDISE INOVATIF DI INDONESIA
6281222086355 Server: 2026-02-22 16:18:38

Mengganti Volume dengan Kekhusyukan, Ini Cara Musisi Menyambut Ramadhan

Bagikan:
Mengganti Volume dengan Kekhusyukan, Ini Cara Musisi Menyambut Ramadhan

“Sebelas bulan kita hidup di atas panggung, surrounded by lampu sorot dan keramaian. Itu menyenangkan, tapi kadang bikin kita lupa diri. Ramadhan itu waktunya turun panggung. Saya memilih untuk  memfokuskan diri pada ibadah...\" ujan Yuki Pas Band.

Bandung (16/02/2026), Biasanya, para musisi mengisi kalender mereka dengan jadwal manggung padat dan studio rekaman. Namun, ketika bulan Ramadhan tiba, irama kehidupan mereka berubah total. Bukan soal menciptakan lagu sambutan atau merayakan dengan pesta, bagi para musisi, Ramadhan adalah momen istirahat panjang yang paling ditunggu untuk “menyetel ulang” jiwa.

Mama Yukie, seorang seorang vocalis dari Pas Band yang hampir setiap bulan manggung di berbagai daerah, mengaku merasa lega saat datangnya bulan puasa. Baginya, Ramadhan adalah tombol “pause” yang menyelamatkan kehidupan sosialnya.

“Sebelas bulan kita hidup di atas panggung, surrounded by lampu sorot dan keramaian. Itu menyenangkan, tapi kadang bikin kita lupa diri. Ramadhan itu waktunya turun panggung. Saya memilih untuk  memfokuskan diri pada ibadah. Ketenangan yang saya rasakan saat sahur dan tarawih itu jauh lebih indah daripada standing ovasi di konser besar,” ujar Mama Yukie dengan mata yang bersinar cerah.

Pendapat serupa juga dirasakan oleh Jaizy, seorang vokalis perempuan yang dikenal dengan suaranya yang bertenaga. Ia mengaku menyambut Ramadhan dengan antusiasme yang berbeda, yakni dengan mengubah “power vocal”-nya menjadi doa-doa panjang.

“Menurut aku, nyanyi yang paling bagus di bulan Ramadhan itu bukan lagu pop atau rock, tapi suara adzan dan bacaan Al-Quran. Jadi, aku menyambut Ramadhan dengan mematikan mikrofon dan memperdengarkan telinga saya pada suara-suara itu. Rasanya, hati jadi lebih tenang, ego sebagai musisi ikut turun, dan kita jadi lebih manusiawi,” cerita Jaizy sambil tertawa kecil.

Sementara itu, bagi Nandang Sugiri, seorang produser musik yang biasanya berkutat dengan teknis audio, Ramadhan mengajarkannya tentang arti sabar yang sesungguhnya. Ia bercerita bagaimana dinamika di studio berubah drastis saat bulan puasa.

“Biasanya di studio kita cepat marah kalau ada salah take sedikit. Tapi pas Ramadhan, semuanya jadi pelan. Kita belajar menahan emosi saat lapar dan haus. Menyambut Ramadhan bagi saya adalah belajar memainkan ritme kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Itu challenge yang lebih sulit daripada mengaransemen lagu yang rumit,” ungkap Nandang Sugiri.

Dari berbagai tanggapan tersebut, terlihat bahwa para musisi menyambut Ramadhan bukan dengan euforia karya baru, melainkan dengan refleksi diri. Mereka memanfaatkan momen suci ini untuk mereduksi hiruk pikuk dunia hiburan, mengganti keramaian panggung dengan kedamaian masjid, dan menemukan kembali harmoni hidup yang sejati. Bagi mereka, Ramadhan adalah lagu yang paling syahdu, yang hanya bisa didengarkan oleh hati yang tenang, serta di moment ini, biasanya sebagain musisi menciptakan karya special dalam penyambutan Bulan Suci Ramadhan yang selalu di nantikan oleh umat Islam (Vick/16/02/2026).

Artikel Populer
Merchandise Terlaris
🎨Gratis custom untuk komunitas, perushaaan, organisasi, sekolah ataupun pribadi
Chat WA
Home Cari Login Keranjang WhatsApp Menu