Bukan sekedar lirik
Bandung (18/02/2026). Di balik melodi yang ceria dan lincah, single “Ahlan Wa Sahlan Ramadhan” menyimpan kedalaman makna yang jauh dari sekadar ucapan selamat datang biasa. Lirik yang lahir dari pena Ustadz Aboe Assalam Al Faruq ini diracik bukan hanya sebagai tembang lepas, melainkan sebagai doa dan harapan kolektif yang ingin diwujudkan oleh Mama Yukie Martawidjaja.
Mama Yukie, yang menggagas proyek ini dengan band Tendostars, menuturkan bahwa lagu ini mengusung pesan inklusivitas yang kuat. Judul “Ahlan Wa Sahlan” yang secara harfiah berarti “Marilah dan Berkumpullah di Tempat yang Luas”, dipilih sebagai simbol pintu hati yang terbuka lebar.
“Makna dasarnya adalah kita menyambut Ramadhan layaknya menyambut tamu istimewa yang sangat dirindukan. Tapi lebih dari itu, lagu ini mengajak siapa saja untuk bergembira. Tidak memandang latar belakang, apakah itu musisi, seniman, pejabat, atau karyawan biasa. Semua dipersilakan untuk masuk ke dalam suasana suci ini,” jelas Mama Yukie.
Ustadz Aboe Assalam Al Faruq, selaku pencipta lirik, sengaja memadukan bahasa yang indah namun tetap lugas agar mudah dicerna oleh semua kalangan. Dalam setiap barisnya, tersirat ajakan untuk membersihkan diri dan kembali fitrah.
“Istilah ‘Ahlan Wa Sahlan’ sering kita dengar, tapi di sini kita menghidupkan maknanya kembali. Ramadhan adalah bulan peluruh dosa dan penghapus kegelapan. Lirik ini ditulis agar siapa pun yang menyanyikannya merasa diajak berkelana menuju kebaikan, seolah-olah ada karpet merah yang digulung untuk menuju surga-Nya,” terang Ustadz Aboe.
Bagi Mama Yukie, makna lagu ini juga menjadi koreksi terhadap perasaan “biasa saja” yang ia rasakan tahun lalu. Ia menilai, seringkali orang menyambut Ramadhan hanya sebagai kewajiban rutinitas tanpa kegembiraan yang sesungguhnya. Melalui lagu ini, ia ingin menanamkan kesadaran bahwa Ramadhan adalah momen kebahagiaan bersama.
“Musik dan lirik di sini berfungsi sebagai penggugah. Ketika kita menyanyikan ‘Ahlan Wa Sahlan’, kita seolah berkata pada diri sendiri: ‘Hai hati, bersiaplah. Hai jiwa, bersukacitalah, karena bulan penuh ampunan telah tiba.’ Inilah kebahagiaan yang ingin kami bagikan, agar sambutan Ramadhan tahun ini tidak lagi hambar, tapi penuh warna dan makna,” pungkas Mama Yukie.
Harapan besarnya, lagu ini tidak hanya berkumandang di radio atau platform digital, tapi juga menjadi jembatan hati yang mempersatukan elemen masyarakat dalam satu niat yang baik: meraih keberkahan Ramadhan dengan suka cita yang tulus dari hati (Vick/18/2026).