PELOPOR MERCHANDISE INOVATIF DI INDONESIA PELOPOR MERCHANDISE INOVATIF DI INDONESIA

Berkumpul untuk Bertumbuh: Iman, Ilmu, dan Masa Depan Anak Muda

Bagikan:
Berkumpul untuk Bertumbuh: Iman, Ilmu, dan Masa Depan Anak Muda

Muda, Beriman, Berdampak

Bandung, 6/1/2026 — Di tengah derasnya arus informasi yang kadang membingungkan, banyak anak muda merasakan satu hal yang sama: ingin cerdas memilah fakta, sekaligus tetap peduli dan manusiawi. Dalam podcast Rumah Komunitas bertema “Berkumpul untuk Bertumbuh: Iman, Ilmu, dan Masa Depan Anak Muda”, Ustad Muda Rhoyan Mutaqin mengajak generasi muda berdialog tentang bagaimana iman, ilmu, dan kepedulian sosial bisa bersatu dalam kehidupan mereka sehari-hari?.

Rhoyan Mutaqin membuka pembicaraan dengan pertanyaan yang dekat dengan pengalaman anak muda: bagaimana menjadi kritis tanpa menjadi sinis? Menurutnya, sikap kritis adalah kemampuan memilah informasi secara rasional dan beradab. Anak muda, katanya, harus waspada agar tidak mudah terjebak hoaks, sekaligus tidak berubah menjadi skeptis terhadap semua hal.

“Agama bukan alat untuk merasa paling benar. Pemahaman yang baik harus menumbuhkan kerendahan hati dan kepedulian,” ujarnya. Pesan itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa sebagian orang kadang menggunakan agama untuk menutup diskusi atau menghakimi.

Dalam percakapan itu, Rhoyan Mutaqin juga menyentuh satu ironi: tingginya tingkat pendidikan tidak selalu berbanding lurus dengan kepedulian sosial. Banyak orang yang berilmu tetapi kehilangan empati. Baginya, ilmu tanpa moral ibarat cahaya yang kehilangan fungsi: terang, tetapi tidak membimbing. Karena itu, anak muda perlu membangun kecerdasan intelektual sekaligus kematangan moral yang mampu menjawab tantangan sosial di sekitarnya.

Lebih dari sekadar tempat ngobrol, Rhoyan Mutaqin memandang komunitas sebagai ruang nyata untuk bertumbuh bersama. Komunitas berbasis nilai Al-Qur’an dan Hadis, menurutnya, bisa menjadi ruang belajar yang terbuka, relevan, kritis, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Di komunitas, anak muda bisa saling menguatkan, bertanya tanpa takut dihakimi, dan berbagi pengalaman hidup, termasuk soal tanggung jawab dan integritas.

Diskusi juga menyentuh persoalan kemandirian ekonomi anak muda. Rhoyan Mutaqin melihat komunitas sebagai tempat membangun kerja sama yang jujur dan amanah, sesuai nilai Islam. Dengan begitu, kemandirian ekonomi bukan sekadar soal penghasilan, tetapi tentang membangun karakter dan rasa tanggung jawab bersama.

Topik lain yang dibahas adalah bagaimana anak muda menghadapi perbedaan pandangan, terutama di ruang publik dan politik Rhoyan Mutaqin mengajak generasi muda untuk tidak tenggelam dalam emosi sesaat atau polarisasi tajam. Perbedaan, baginya, seharusnya menjadi cara memperkaya pandangan, bukan memecah hubungan. Dialog yang sehat, berpijak pada nilai moral dan saling menghormati, menjadi kunci agar perbedaan tidak berubah menjadi konflik.

Berbicara tentang kemerdekaan, Rhoyan Mutaqin menekankan bahwa kebebasan sesungguhnya bukan hanya soal bebas memilih atau bebas bersuara, tetapi mampu bertanggung jawab atas pilihan itu, baik secara iman, akal, dan akhlak. Komunitas bernilai, menurutnya, dapat membantu anak muda tetap merdeka secara batin sekaligus matang secara sosial.

Podcast Rumah Komunitas menjadi satu dari sekian ruang dialog yang menawarkan cara berpikir dan bersikap untuk anak muda yang ingin bertumbuh: cerdas dalam ilmu, rendah hati dalam iman, dan peduli dalam tindakan. Di tengah dunia yang kian ramai dan kompleks, ruang seperti ini menjadi tempat untuk tetap waras, saling belajar, dan membangun masa depan yang lebih bermakna (Vick/6/1/2026).

Artikel Populer
Merchandise Terlaris
🎨Gratis custom untuk komunitas, perushaaan, organisasi, sekolah ataupun pribadi
Chat WA
Home Cari Login Keranjang WhatsApp Menu