PELOPOR MERCHANDISE INOVATIF DI INDONESIA

Konfirmasi Pembayaran

Lainnya

Tentang Kami

Menguji Adrenalin di Gunung kelam Sintang

28 Jun 2020

Dilihat : 152

Menguji Adrenalin di Gunung kelam Sintang

Rumahkomunitas.com - Untuk menikmati sebuah alam yang indah, maka diperlukan perjuangan terlebih dahulu untuk sampai pada keindahan tersebut. Terkadang kamu harus melalui medan yang tidak mudah untuk menggapai sebuah keindahan. Bagi kamu yang memiliki jiwa petualang, kamu pasti akan menyukai wisata alam yang berkaitan dengan tantangan. Yap, bagi mereka yang hobi berpetualang wisata alam yang menantang justru memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka.

Sumber : Instagram @risqi_vodoo

Gunung Kelam merupakan salah satu wisata yang bisa menguji adrenalin, Gunung Kelam ini berada di Sintang. Gunung ini juga cocok untuk tempat berolahraga dan panjat tebing.

Mari kita bahas beberapa hal yang berkaitan dengan Gunun Kelam. Simak ya Guys.

Batu Terbesar, Gunung Kelam

Gunung Kelam berdiri angkuh di tengah padang yang luas. Seonggok batu raksasa ini terlihat berdiri kokoh membentang dari timur ke barat dan memiliki tinggi 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Masyarakat sekitar menyebut Gunung Kelam dengan nama Bukit kelam.

Sumber : Instagram @a_gungsky

Biasanya masyarakat Kalimantan menyebut titik tertinggi di wilayahnya dengan nama "bukit". Beberaoa diantaranya adalah Bukit Baka yang memiliki tinggi 1.617 mdpl dan Bukit Raya yang memiliki tinggi 2.278 mdpl.

Gunung Kelam berdiri tegak bak kubah besar, Gunung Kelam ini bisa dikatakan sebagai batu tunggal atau batu monolit yang terbesar di planet ini. Banyak catatan yang mengemukakan bahwa batu monolit terbesar berada di Uluru Kata Tjuta National Park, Amerika Serikat dengan tinggi 863 mdpl. Namun ternyata di Kalimantan sendiri terdapat batuan monolit dengan tinggi 1000 mdpl.

Gunung Kelam Mudah di Daki

Sumber : Instagram @tejo_life

Kemiringan yang dimiliki oleh Gunung kelam mencapai 15 hingga 40 derajat. Biasanya waktu yang akan ditempuh untuk mendaki gunung ini sekitar 4 jam perjalanan. Namun ada alternatif lain untuk mendaki gunung ini. Menariknya, pihak pengelola telah menyediakan tangga untuk menuju puncak kelam.

Kemiringan yang dimiliki tangga tersebut mencapai 90 derajat. Meski jarak tempuhnya akan menjadi lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan jalur normal, namun kamu akan lebih tertantang jika mendaki Gunung kelam dengan menggunakan tangga. Karena kemiringan tangga mencapai 90 derajat.

Bagaimana Menuju Ke Gunung Kelam?

Kabupaten Sintang adalah tempat Gunung Kelam berada, dan berada di sebelah timur Pontianak dan berjarak sekitar 395 kilometer dari Pontianak.

Sumber : Instagram @fuzafirdauszhan

Dari Pontianak ke Sintang, kamu bisa menaiki pesawat, perjalanan bus, taksi, angkutan umum atau kendaraan pribadi. Jika kamu berdomisili di Pontianak, maka kamu juga bisa menggunakan kendaraan pribadi roda dua atau roda empat.

Mitos Gunung Kelam

Di setiap daerah di Indonesia pasti terdapat cerita rakyat atau mitos mengenai sebuah tempat, Bukit Kelam pun demikian.

Dahulu kala Gunung Kelam merupakan sebuah bongkahan batu yang dipikul oleh pemuda sakti yang berasal dari suku dayak yang bernama Bujang Beji. Batu tersebut dipikul dan digunakan untuk membendung sungai Melawai.

Kala itu terdapat 2 buah sungai yang saling berhubungan, sungai tersebut adalah Sungai Melawai dan Sungai Kapuas. Setiap sungai memiliki penguasa, Sungai Kapuas dikuasai oleh Bujang Beji dan Sungai Melawai dikuasai oleh Tamenggung Marubai.

Mereka berdua memiliki sebuah kesenangan, yaitu menangkap ikan. Pada suatu kali, Bujang Beji merasa iri hati kepada Tamenggung Marubai karena sering melihat Tamenggung Marubai mendapatkan hasil tangkapan ikan yang lebih banyak di Sungai Melawai. Karena Bujang Beji iri hati, maka kemudian dia mengambil semua ikan milik Tamenggung, hingga ikan yang ada di Sungai Melawai tinggal sedikit. Lalu kemudian Beji berusaha untuk memutuskan aliran Sungai Melawai dengan Sungai Kapuas dengan cara membendungnya.

Sumber : Instagram @hiqma23

Namun para dewi kayangan turun dan menggoda Bujang Beji. Bujang Beji pun tergoda dan melihat keatas, lalu tidak sengaja tali pengangkut batu raksasa milik Bujang Beji terputus. Lalu batu tersebut akhirnya terjatuh di sebuah lembah yang bernama Lembah Jetak. Kurang lebih itulah cerita rakyat atau mitos yang ada mengenai Gunung Kelam.

Keindahan alam yang dilihat dari puncak biasanya nampak menakjuban. Untuk menuju ke sebuah puncak keindahan pasti dibutuhkan perjuangan. Seperti halnya kehidupan manusia yang harus melalu perjuangan terlebih dahulu untuk mendapatkan keindahan. Alam pun juga demikian, kamu harus berjuang untuk dapat menatap indahnya alam yang diberikan Tuhan. Nikmati keindahannya dan abadikan momennya.

Original Artikel Oktaviana Devi

Artikel Original Hanya Milik Wisato

Sumber : Wisato.id


Logo Rumah Komunitas
Chat With 6282116579340